Bukit Peramun Belitung: Senja dan Tarsius Lucu

Bukit Peramun Belitung: Senja dan Tarsius Lucu

Bukit Peramun Belitung: Senja dan Tarsius Lucu

Belitung tidak hanya memikat lewat pantai berpasir putih dan batu granit raksasa. Di sisi lain pulau, Bukit Peramun menawarkan pengalaman berbeda yang memadukan wisata alam, edukasi konservasi, dan panorama senja yang memukau. Karena itu, banyak pelancong mulai melirik kawasan ini sebagai alternatif destinasi selain Tanjung Tinggi atau Tanjung Kelayang.

Bukit Peramun terletak di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Pengelola desa wisata setempat mengembangkan kawasan ini secara berbasis komunitas. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga berkontribusi langsung pada ekonomi warga.

Selain itu, akses menuju Bukit Peramun relatif mudah. Dari pusat Kota Tanjung Pandan, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan darat. Jalan menuju lokasi sudah beraspal, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan nyaman.

Baca Juga: Wisata Alam Surat Thani: 4 Tempat Wajib Dikunjungi

Trekking Ringan dengan Panorama Hutan Tropis

Setibanya di lokasi, pengunjung akan menemukan jalur trekking yang tertata rapi. Pengelola membangun jalur kayu dan papan petunjuk untuk memudahkan wisatawan menjelajah kawasan hutan. Oleh sebab itu, pemula sekalipun dapat menikmati perjalanan tanpa rasa khawatir.

Selama pendakian, pengunjung akan melewati hutan tropis yang masih terjaga. Pepohonan tinggi menciptakan suasana teduh, sementara suara burung dan serangga menghadirkan nuansa alami yang menenangkan. Di beberapa titik, papan informasi menjelaskan jenis flora dan fauna yang hidup di kawasan ini. Dengan begitu, wisatawan dapat belajar sekaligus berwisata.

Tidak hanya itu, jalur trekking juga menyediakan beberapa spot foto menarik. Gardu pandang kayu berdiri kokoh di titik-titik strategis. Dari sana, pengunjung bisa menyaksikan bentang alam Belitung dari ketinggian.

Bertemu Tarsius, Primata Mungil yang Menggemaskan

Daya tarik utama Bukit Peramun terletak pada keberadaan tarsius atau mentilin. Primata kecil bermata besar ini hidup di pepohonan kawasan hutan. Karena itu, banyak wisatawan datang khusus untuk mengamati satwa unik tersebut.

Namun demikian, pengunjung harus menjaga sikap selama berada di habitat tarsius. Pemandu lokal biasanya akan mengarahkan wisatawan agar tidak menggunakan lampu kilat dan tidak membuat suara berisik. Langkah ini penting karena tarsius merupakan satwa nokturnal yang sensitif terhadap cahaya dan gangguan.

Selain tarsius, kawasan ini juga menjadi habitat berbagai burung dan reptil kecil. Oleh karena itu, pecinta fotografi alam sering menghabiskan waktu lebih lama untuk menangkap momen langka di tengah hutan.

Menikmati Senja dari Puncak Bukit

Setelah menyelesaikan trekking, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju puncak bukit. Di sinilah momen paling dinantikan hadir. Ketika matahari mulai turun, langit Belitung berubah warna menjadi jingga keemasan.

Panorama tersebut tampak semakin dramatis karena hamparan hutan dan perbukitan membingkai cakrawala. Banyak wisatawan memilih duduk santai sambil menikmati angin sore. Selain itu, suasana yang tenang membuat momen berburu senja terasa lebih intim dan berkesan.

Jika cuaca cerah, pengunjung bahkan dapat melihat garis laut dari kejauhan. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk datang biasanya pada sore hari sekitar pukul 16.30 hingga menjelang matahari terbenam.

Wisata Edukasi dan Konservasi Berbasis Desa

Bukit Peramun tidak hanya mengandalkan keindahan alam. Pengelola desa juga mengedepankan konsep konservasi dan edukasi. Mereka menjaga kelestarian hutan, membatasi pembangunan, serta mengedukasi wisatawan tentang pentingnya menjaga habitat satwa.

Selain itu, warga setempat terlibat langsung sebagai pemandu dan pengelola fasilitas. Dengan demikian, keuntungan wisata mengalir kembali ke masyarakat desa. Model ini sekaligus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan.

Sebagai penutup, Bukit Peramun Belitung menawarkan paket lengkap: trekking ringan, perjumpaan dengan primata mungil menggemaskan, serta panorama senja yang memukau. Karena itu, destinasi ini layak masuk dalam daftar perjalanan Anda berikutnya saat berkunjung ke Belitung.