Home Artikel Perbedaan Makna Toleransi Dalam Islam dan Barat

Perbedaan Makna Toleransi Dalam Islam dan Barat

by Muhammad Ismail
Pluralisme dalam Natal

Konsep toleransi dalam perspektif Barat memiliki perbedaan dengan perspektif Islam. Secara etimologi, dalam konsep Barat, “tolerance” (toleransi) berarti “to endure without protest” (menahan perasaan tanpa protes). Artinya, seseorang harus menahan diri terhadap sikap atau gagasan orang lain meskipun ia melakukan suatu kejahatan dan kesesatan.

Selain itu, toleransi juga diartikan dengan the character, state, or quality of being tolerant” (karakter, negara, atau kualitas menjadi toleran) dan indulgence or forbearance in judging the opinions” (kesabaran dalam menilai pendapat). Intinya, toleransi dalam perspektif Barat ialah kesabaran seseorang dalam membiarkan orang lain bebas berekspresi tanpa batasan apapun. Sebab, pada dasarnya setiap individu memiliki haknya masing-masing.

Berbeda dengan Islam, Istilah toleransi seringkalidiartikan dengan istilah “tasaamuh” yang artinya “juud wa al-karam watasahu”l atau kemuliaan dan kemudahan. Konsep tasaamuh memilikimakna yang mendalam. Sebab konsep-konsep dalam Islam sangat terkait dengankonsep inti al-Qur’an lainnya.

Konsep tasaamuh terkait dengan konsep rahmah (kasih sayang). Sebab, bertasaamuh berarti memberikan kemudahan (dengan prinsip kasih sayang) kepada orang lain dalam memilih sesuatu berdasarkan keyakinannya dengan batasan. Adapun batasan dari kemudahan tersebut adalah konsep tauhid, atau peraturan Allah SWT (hak-hak Allah SWT) yang ada dalam al-Qur’an.

Selain berhubungan dengan Allah SWT Tasaamuh jugaberhubungan dengan sesama manusia. Untuk itu, konsep ini juga terkait dengan al-adl(adil). Artinya, seseorang harus adil dalam menentukan sikapnya. Seseorangtidak dapat berekspresi sesuka hatinya, karena ia dikontrol oleh hak-hak oranglain juga.

Maka, tasaamuh atau toleransi dalam Islam bukanlah sikap yang berdasarkan prinsip kebebasan tanpa batas. Dalam Islam, manusia tidak bebas dalam menentukan kebenaran dan kesalahan. Sebab hakekatnya, manusia adalah makhluk yang telah diatur Allah SWT dengan segala batasan-batasannya.

Selain itu, menurutperspektif Barat, pemeluk salah satu agama, Islam misalnya, juga harus mengakui(toleran) akan adanya kebenaran dalam agama-agama lain. Artinya, kebenarantidak hanya terdapat dalam Islam. Tapi, dalam agama lain juga terdapat kebenaran.

Hal ini tentu tidak sejalan dengan prinsip Islam. Dalam Islam kebenaran adalah bersifat absolut yang datangnya dari Allah SWT. Konsep kebenaran dalam Islam tidak bersifat relatif, sebab Islam memiliki cara pandang tersendiri dalam melihat suatu kebenaran yaitu dengan kaca mata al-Qur’an dan al-Hadits.

Adapunperbedaan lainnya yaitu tujuan dilakukannya toleransi. Menurut konsep Barat,toleransi ini dilakukan untuk memupuk rasa persaudaraan se-Tuhan. Artinya,toleransi ala Barat dilakukan atas dasar menjalankan syariat “Tuhan yangsama”. Ini tentu berbeda dengan tasaamuh Islam.

Tasaamuhdisyariatkan untuk mencapai kemaslahatan bersama. Maksudnya adalah Islammemberikan kemudahan bagi orang lain yang berbeda keyakinan agar tetap bisamenjalankan keyakinannya.

Umat Islamtidak boleh mengintimidasi umat non-muslim. Sebab, Islam mengajarkan tidak adaunsur pemaksaan dalam berkeyakinan. Jadi, secara konseptual, toleransi dalamperspektif Barat berbeda dengan tasaamuh dalam agama Islam. Untuk itu,menyamakan keduanya adalah tindakan yang tidak dapat diterima.

Related Posts

Leave a Comment