Home Article Konsep Kebebasan Dalam Perspektif Barat dan Islam

Konsep Kebebasan Dalam Perspektif Barat dan Islam

by Muhammad Ismail
1 comment

Secara terminologi, konsep kebebasan dalam perspektif Barat bertentangan dengan prinsip kebebasan Islam. Di Barat, istilah kebebasan dibahasakan dengan istilah freedom dan “liberal”. Bebas (freedom) kadang dikonotasikan kurang tepat, diasosiaikan dengan cara hidup yang terlalu bebas, seks bebas, dan segala hal yang buruk-buruk.  

Kebebasan di Barat sangat identik dengan keliaran. Padahal, free (bebas) memiliki makna positif. Kebebasan mengandaikan makhluk yang secara alamiah memiliki kemampuan untuk berpikir, untuk merasa, dan untuk memilih bagi dirinya sendiri. Selain itu, bebas (liberal) berarti terbebas dari sempitnya kefanatikan, atau perbudakan dari suatu otoritas seperti dalam agama, dan cenderung untuk demokratis. Artinya, otoritas agama merupakan ketetapan yang mengekang manusia untuk bebas berekspresi.

Maka, bebas menurut Barat berarti terbebas dari segala bentuk pengekangan, termasuk agama. Adnin Armas berpendapat bahwa liberal memiliki makna yang tidak jelas. Sebab, batasan dari kebebasan (liberal) pun tidak dieksplorasi secara mendalam. Sebagai akibat ketidakjelasan batasan tersebut, maka kebebasan Barat identik dengan relativisme, skeptisisme dan agnotisisme.

Berbeda dengan konsep kebebasan dalam perspektif Islam. Islam, secara lughawi, bermakna “pasrah”, tunduk kepada Tuhan (Allah SWT) dan terikat dengan hukum-hukum yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, Islam tidak bebas. Tetapi, di samping itu, Islam juga membebaskan manusia dari belenggu peribadahan kepada manusia atau makhluk lainnya.

Jadi, Islam berarti “bebas” dan “tidak bebas”. Istilah kebebasan dalam Islam seringkali diartikan dengan istilah “al-hurriyah”. Istilah hurriyah merupakan bentuk derivasi dari kata “al-hurru” yang berarti “bebas”. Kata tersebut sering digunakan dalam al-Qur’an. Misalnya, dalam Q.S Ali Imran : 35 yang mana kata “muharraran” diartikan sebagai “menjadikan seseorang sebagai budak/pembantu”.

Selain hurriyyah, kebebasan juga diistilahkan dengan “ikhtiar”. Sedangkan menurut Al-Raghib, istilah kebebasan memiliki dua makna. Pertama, siapa saja yang belum terikat oleh hukum apapun Dan kedua, siapa saja yang belum dikuasai oleh sifat-sifat tercela dan ketamakan serta kejahatan. Taisir Khamis menambahkan, istilah kebebasan dalam Islam pada dasarnya bermuara pada satu hal yaitu lawan dari konsep penghambaan (al-ubudiyyah).

Jadi, kebebasan menurut Barat tidak sesuai dengan konsep kebebasan dalam Islam. Untuk itu, upaya menyamakan konsep kebebasan perspektif Barat dan Islam adalah tindakan yang kurang tepat.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More