Home Motivasi Sadar Ilmu ; Buah Belajar Ilmu al-Qur’an

Sadar Ilmu ; Buah Belajar Ilmu al-Qur’an

by Muhammad Ismail
ilmu al-quran

Bagi umat Islam tidak ada batasan waktu untuk mempelajari al-Qur’an. Sebuah kitab suci umat Islam yang merupakan kumpulan kalam ilahi (Allah SWT) ini sengaja diturunkan melalui nabi_Nya yang terakhir yaitu Muhammad SAW. Bukan untuk pejengan dan bukan pula untuk menakut-nakuti umat Islam. Tetapi al-Qur’an turun untuk dijadikan pedoman dalam hidup di dunia untuk kehidupan yang lebih kekal di akhirat kelak.

Saya teringat satu pesan singkat dari almarhumah ibunda saya “Sutiyami”.Seorang figur ibu rumah tangga yang tegar dalam menghadapi manis pahitnyakehidupan. Sebelum beliau wafat, ia pernah berujar, “Jangan pernah bosanbelajar al-Qur’an”. Kalimat yang terdiri dari lima kata itu masih teringat hinggasaya dewasa sekarang. Tidak jarang ketika saya membuka al-Qur’an untukmempelajarinya, saya teringat akan pesan ibu itu.

Berangkat dari pesan singkat itulah saya mulai sadar sedikit demisedikit akan pentingnya belajar al-Qur’an. Memang manfaatnya tidak saya rasakanketika sedang mempelajarinya. Akan tetapi saya banyak tahu akan ilmu-ilmu Allahsetelah mempelajarinya.

Saya teringat masa kecil dulu. Setiap sore dan malam hari saya“dipaksa” untuk berangkat ke surau. Meskipun tidak jarang saya menggerutukesal, tapi itulah masa kecil, yang masih belum tahu akan pentingnya belajaral-Qur’an.

Bukan hanya membaca layaknya membaca buku. Waktu kecil, saya pun“dipaksa” untuk menghafalkan kaidah-kaidah tajwid. Saya sering disalahkan pakkyai karena lidah kecil saya yang seringkali terpeleset salah mengucapkan suatuhuruf. Tapi itulah masa kecil yang penuh cerita dan keceriaan. Sampai-sampaikeceriaan itu selalu terbawa di saat kegiatan mengaji sedang berlangsung.

Dulu, semua ini berjalan apa adanya. Tidak ada protes apalagiberontak. Memang dasarnya anak kecil yang belum bisa menimbang mana yang baikdan buruk. Tapi, semua itu menjadi kenangan indah. Bahkan, bukan hanya kenanganbiasa. Mungkin itulah wujud kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Untukmengungkapkan rasa kasih sayangnya itulah saya disuruh mengaji, belajar tajwiddan lain-lain.

Alhamdulillah, semua paksaanitu kini bisa saya rasakan buah positifnya. Berkat belajar al-Qur’an dan caramembacanya, keinginan saya untuk terus belajar semakin tumbuh. Saya pun semakinterarah untuk mempelajari al-Qur’an dari berbagai segi. Baik segi tartilnya,sampai-sampai kaidah kebahasaan al-Qur’an pun saya pelajari.

Memang, al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk manusia. Di dalamnyaterdapat jutaan ilmu, baik yang sudah diketahui oleh manusia mau pun yangbelum. Al-Qur’an tidak hanya membahas masalah Aqidah. Syariah, Ilmu ekonomi,sosial, ilmu bahasa, bahkan matematika dan biologi pun dijelaskan secara gamblangdi dalamnya.

Saya baru sadar akan hal itu ketika saya belajar di salah satupondok di Lamongan, al-Ishlah namanya. Ketika masa SMA saya mengambil jurusanIPA. Berharap supaya mendapatkan banyak pengetahuan tentang biologi (materifavorit kala itu). Waktu itu ada satu pembahasan yang membuat saya tersadarkanakan hakekat penciptaan manusia.

Ada guru saya menerangkan mengenai penciptaan manusia. Di sela-selapembelajaran beliau menyisipkan Surat al-Mukminun ayat 12-15 sebagai landasanajarannya tersebut. Hal yang mengejutkan bagi saya yaitu ternyata manusia yangdikatakan sebagai makhluk paling sempurna di bumi ternyata terbuat dari airmani yang hina.

Saya sempat tersentak dan berpikir sejenak, jika memang benarterbuat dari air mani, lantas kenapa manusia banyak yang congkak, sombong danlebih-lebih mengingkari ketuhanan Allah SWT. Padahal al-Qur’an jelas-jelasmenerangkan bahwa semua makhluk di dunia ini diciptakan hanya untuk beribadahkepada_Nya.

Peristiwa tersebut masih teringat dalam memori otak saya sampaisaat ini. Dari situlah perjalanan kesadaran saya dimulai. Karena sadar bahwasaya hanyalah makhluk yang akan mati. Maka sejak itu saya bertekad inginmempelajari lebih mendalam lagi kandungan-kandungan al-Qur’an.

Untuk memahami itu semua saya memerlukan sarana untuk dapatmengerti ayat demi ayat al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan dengan menggunakanbahasa Arab. Bahasa Arab dari kabilah Quraisy sengaja dipilih oleh Allahsebagai bahasa al-Qur’an sebab bahasa tersebut memiliki keindahan-keindahanbahasa tersendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Untuk itulah sayamelanjutkan studi sarjana saya di jurusan Bahasa Arab di salah satu PerguruanTinggi di Ponorogo (ISID Gontor).

Sebenarnya kecintaan saya dengan bahasa Arab tidak di mulai dibangku kuliah. Sedari awal, ketika saya masih di pondok (masa SMP-SMA) sayasudah belajar banyak tentang bahasa Arab. Dan inilah yang pada akhirnyamemudahkan saya mempelajari kaidah-kaidah bahasa Arab yang lebih mendalam.

Saya beranggapan, dengan belajar bahasa Arab saya akan tahu akanmakna-makna yang tersurat dalam setiap ayat. Tapi, lagi-lagi saya tersadarkandengan setiap ayat yang mana saya tahu maknanya, bukan hanya yang tersuratbahkan yang tersirat pun saya bisa memahami berkat mengerti bahasa Arab.

Dengan modal bahasa Arab itulah saya semakin sadar bahwa ilmu-ilmuyang saya miliki saat ini belumlah seberapa jika dibandingkan dengan luasnyailmu yang terkandung dalam al-Qur’an. Ini merupakan tamparan keras bagi saya.Meskipun sudah sarjana bahasa Arab tapi akhirnya saya sadar bahwa semakin orangmengkaji ilmu Allah SWT maka ia akan semakin tahu bahwa manusia itu masih kecildan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan luasnya ilmu Allah SWT.

Maka, benar kata Allah SWT melalui surat al-Mujadilah ayat 11. Dalam ayat tersebut Allah SWT berjanji akan meninggikan derajat umatnya yang selalu haus mencari ilmu. Sebab dengan semakin bertambahnya ilmu itulah, manusia akan semakin tahu hakekat penciptaan alam semesta ini. Dan sesungguhnya antara orang yang berilmu itu jauh berbeda dengan orang yang tidak berilmu. Dan akhirnya, saya sadar bahwa ilmu bisa membukakan mata hati kita akan kekuasaan Allah SWT yang Maha Sempurna. Dengan demikian semoga kita semua makin sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan yang dilandaskan pada al-Qur’an.

Related Posts

Leave a Comment