Home Opini Perdamaian Semu Ala Zionis-Israel

Perdamaian Semu Ala Zionis-Israel

by Muhammad Ismail
Palestina Merdeka

Membicarakan soal kekejaman Israel memang tidak ada habisnya. Sejak 63 tahun lalu negara kecil yang “sok berkuasa” itu tidak pernah puas menjajah negara lain. Seakan dunia ini milik mereka dan hanya untuk mereka sehingga dengan seenaknya mereka menjajah dan membantai penduduk negara lain.

Palestina, itulah negara yang terjajah. Meskipun negara tersebutmemiliki hak untuk merdeka akan tetapi hak tersebut tidak memiliki ruang dimataIsrael. Pembunuhan warga Palestina secara membabi buta bukan tanpa alasan,mereka berdalih bahwa tanah Palestina merupakan tanah yang dijanjikan untukmereka sehingga Israel merasa harus merebutnya dari warga Palestina.

Usaha untuk menjadikan Palestina merdeka terus dilakukanmeskipun kadang kala hasilnya sama, yaitu kegagalan. Gagalnya suatu negara ataskemerdekaan berarti ia gagal untuk mendapatkan hak-hak kenegaraan, kemerdekaanmisalnya. Sehingga penindasan yang “dilegalkan” lah yang terjadi.

Sejak 20 tahun terakhir ini upaya perdamaian antara Israeldengan Palestina telah digaungkan. Akant tetapi hasilnya belum memuaskan bagiwarga Palestina karena Israel selalu melakukan tipu dayanya supaya Palestinatetap dalam keadaan tidak merdeka.

Tipu daya Israel –dengan dukungan Amerika Serikat- yang sering dikemas dalam slogan “perdamaian” seakan memikat hati negara-negara sekutunya. Amerika misalnya, negara yang satu ini selalu menggunakan kekuasaannya untuk mendukung aksi perdamaian semu Israel. Meskipun yang dilakukan Israel adalah pertumpahan darah asalkan itu demi perdamaian ala Israel tentu amerika akan tetap setia mendukung aksi tersebut.

Upaya terbaru yang dilakukan oleh presiden Palestina, MahmudAbbas yaitu mendatangi kantor PBB dengan harapan segera diakuinya kemerdekaannegara Palestina. Ternyata hal tersebut ditanggapi negatif oleh BenjaminNetanyahu, perdana menteri Israel. Ia mengatakan bahwa Israel menginginkanperdamaian dengan Palestina, untuk itu harus ada negosiasi antara Israel danPalestina. Perdamaian ada ditangan kami, bukan Palestina. seperti yang dituliskoran Republika, selasa 20 September 2011.

Untuk menggagalkan lobi yang dilakukan Palestina dengan PBBtersebut, Benyamin Netanyahu berencana akan mendatangi PBB untuk menyampaikanrencana perdamaian ala Israel tersebut. Bukan Israel kalau tidak sukses dalamlobying, kita tunggu saja apa tindakan PBB atas laporan kedua pimpinan negaratersebut.

Rencana perdamaian sengaja diulur-ulur oleh Israel karenadibalik wacana tersebut mereka memiliki segudang rencana untuk menjadikan bumiPalestina itu tanah Israel. Hal itu terbukti dengan semakin luasnya tanahIsrael dan semakin menyempitnya tanah Palestina.

Penjajahan yang dilakukan Israel ternyata “memaksa” wargaPalestina untuk merelakan tanah yang telah didiaminya berpuluh-puluh tahunjatuh ke tangan Israel. Pembangunan perumahan oleh Israel pun terus digalakkan,bukan hanya rumah masyarakat Palestina saja yang jadi santapan segar, bahkanpemakaman para syuhada’ pun tidak luput dari penggusuran.

Mereka (Zionis-Israel) selalu menjanjikan perdamaian akan tetapisetiap hari warga Palestina selalu dihantui oleh kekejaman tentara Israelbahkan pembunuha warga tak bersalah. Dimata israel, warga palestina layaknyahewan buruan di hutan yang siap ditembak kapan saja mereka mau. Mereka tidaktakut akan hukuman karena kekejaman tersebut memiliki tameng perdamaian.

Inilah yang penulis katakan dengan perdamaian semu, mereka asyikmenjajah Palestina dengan alasan yang dibuat-buat untuk dijadikan legalitaspenjajahannya. Perdamaian sengaja tidak di-gool-kan sebab jika itu terjadi makatanah Israel tidak dapat diperluas lagi.

Legitimasi penjajahan

Anehnya, fakta kejahatan yang sudah jelas-jelas terjadi di depanmata internasional justru membungkam masyarakat luas. Seakan-akan kita“dipaksa” untuk melihat penjajahan yang dilegalkan ini.

PBB yang “katanya” melindungi yang tertindas ternyata tidakmampu berbuat apa-apa atas penjajahan yang dilakukan oleh negara kecil itu,entah karena takut atau karena memang disengaja. Amerika yang katanya negaraadikuasa yang menjunjung tinggi kebebasan serta perdamaian ternyata malahmengizinkan penjajahan tersebut.

Memang dasarnya mereka satu kawan, satu rumpun sehingga apapunyang diinginkan Israel maka Amerika setuju dengan hal itu. Inikah yang namanyaperdamaian?

Akhirnya, sampai tulisan ini selesai pun tidak ada solusi yang tepat untuk kemerdekaan bagi Palestina. Mudah-mudahan semua negara terbuka hati dan matanya sehingga tidak ada lagi pembunuhan yang dilegalkan dimuka bumi ini dan semoga kita tidak menjadi korban wacana perdamaian semu ala Israel tersebut. Khususnya untuk Palestina semoga segara menjadi negara merdeka. Waallahu A’lamu bi as-Showab

Artikel ini telah dimuat di Hidayatullah.com pada 26 September 2011

Related Posts

Leave a Comment