Home Materi Kuliah Pembelajaran Keterampilan Menyimak Bahasa Arab

Pembelajaran Keterampilan Menyimak Bahasa Arab

by Muhammad Ismail
Pembelajaran Keterampilan Menyimak

Untuk memahami hakekat pembelajaran keterampilan menyimak kita perlu memahami makna istilah tersebut. Keterampilan menyimak di dalam bahasa Arab disebut maharatu-l-istima’. Dalam kamus bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata “keterampilan” berasal dari kata “terampil” yang berarti kecakapan dalam menyelesaikan tugas tertentu.

Muhibin Syah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan tingkah laku yang tersusun secara rapi dan sesuai dengan keadaan tertentu untuk mencapai hasil keterampilan meliputi fungsi mental baik kognitif maupun motorik.

Tujuan utama dari pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Arab adalah agar penyimak mengetahui makna yang disampaikan oleh penutur secara baik dan benar. Ahmad Rusydi Thuaimah menjelaskan bahwa tujuan menyimak adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kepekaan pendengar dalam menyimak pembicaraan
  2. Mempelajari cara menyimak yang baik dan benar dan mampu menerapkannya
  3. Mampu membedakan maksud yang benar dan melakukan respon atau tanggapan terhadap ungkapan yang didengar
  4. Mengetahui jenis penekanan suara dan pengaruhnya terhadap makna yang disampaikan
  5. Mengetahui peran kata dan kalimat serta cara penggunaan yang berbeda
  6. Mengetahui maksud dan tujuan utama penutur
  7. Meningkatkan respon berpikir yang cepat sesuai tingkat kemampuan menyimak
  8. Mampu melakukan respon sesuai konteks dengan baik dan benar.

Dalam pembelajaran keterampilan menyimak dikenal istilah mendengar, mendengarkan, dan menyimak. Ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Mendengar dapat diartikan sebagai upaya menangkap suara menggunakan telinga. Mendengarkan artinya mendengar sesuatu dengan penuh sungguh-sungguh.

Dan menyimak berarti mendengarkan, memperhatikan dengan baik segala yang diucapkan atau dibaca oleh orang lain, mengidentifikasi, menginterpretasi bunyi menjadi makna suatu bahasa hingga menanggapi wacana tersebut. Secara sederhana menyimak berarti kemampuan menangkap pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan.

Kegiatan menyimak memiliki kaitan yang erat dengan berbicara. Keduanya melibatkan lisan yang merupakan alat untuk mengeluarkan lambang-lambang lisan. Jauharoti Alfin mengungkapkan bahwa kegiatan menyimak merupakan proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk mendapatkan informasi yang disampaikan secara lisan serta dapat memahami makna komunikasi yang disampaikan oleh pembicaraan melalui ujaran atau bahasa lisan tersebut.

Menyimak dapat dianggap sebagai salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki sifat aktif reseptif. Sebab dalam kegiatan menyimak seseorang harus melibatkan pikirannya sehingga mampu mengidentifikasi bunyi-bunyi bahasa, memahaminya dan menafsirkan maknanya sehingga seseorang mampu menangkap pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan seseorang.

Guntur Tarigan mengungkapkan bahwa proses menyimak mengalami 5tahapan penting, yaitu:

Mendengar (hearing)

Pada tahap mendengar, seseorang akan berusaha mendengarkan segalasesuatu yang disampaikan oleh penutur dalam sebuah pembicaraan.

Memahami (understanding)

Pada tahap memahami ini seseorang akan berusaha untuk mengerti ataumemahami dengan baik maksud dari pembicaraan yang disampaikan oleh penutur.

Menginterpretasi (interpreting)

Pada tahap ini penyimak yang cermat dan teliti belum merasa puasapabila hanya  mendengar atau memahamiisi ujaran dari penutur. Ia akan berusaha menafsirkan isi, pendapat yang tersiratdalam ujaran.

Mengevaluasi (evaluating)

Setelah penyimak memahami ujaran dan menginterpretasikan maksuddari ujaran selanjutnya penyimak akan berusaha mengevaluasi pendapat, gagasanyang disampaikan oleh penutur. Ia akan mulai memetakan letak keunggulan dankelemahan, kebaikan dan kekurangan sang penutur.

Menanggapi (responding)

Setelah penyimak mampu mengevaluasi dengan baik, selanjutnyapenyimak akan merespon atau menanggapi baik dalam bentuk menerima atau menolakgagasan yang disampaikan oleh penutur.

Doughlas Brown mengungkapkanbahwa terdapat delapanproses yang terlibat dalam proses pemahaman menyimak. Proses tersebut adalahsebagai berikut:

  1. Pendengarmemproses “raw speech” dan menyimpan dalam ingatan jangka pendek. Segalayang didengar dan disimpan dalam memori jangka pendek dapat berbentuk frase,klausa, intonasi, pola tekanan.
  2. Pendengarmenentukan jenis speech event yang diproses. Jenis ujaran kemudianditentukan sebagai suatu jenis ujaran seperti percakapan, pidato, siaran radiokemudian maksud ungkapan tersebut diinterpretasikan oleh pendengar.
  3. Pendengarmerujuk tujuan pembicara melalui pertimbangan jenis ujaran (speech event), konteks, danisi.
  4. Pendengarmengingat latar belakang informasi (schemata) yang relevandengan konteks dan topik yang disampaikan. Pengalaman dan pengetahuandigunakan untuk melakukan asosiasi kognitif dalam menginterpretasi pesan yangdidengar.
  5. Pendengarmenentukan makna literal dari ujaran yang didengar. Proses ini melibatkansejumlah interpretasi semantik yang ditangkap oleh alat pendengar.
  6. Pendengarmenentukan makna sebenarnya dari ujaran yang didengar. Inti dari komunikasimanusia adalah kemampuan untuk menghubungkan makna yang dipahami dengan maknayang dimaksudkan.
  7. Pendengar menentukanapakah informasi tersebut harus disimpan dalam ingatan jangka pendek atauingatan jangka panjang
  8. Pendengarmenghapus bentuk dimana pesan itu diterima. Ujaran yang berbentuk kata, frase,dan kalimat bisa dilupakan dengan cepat sedangkan informasi penting sepertimakna ujaran disimpan secara konseptual.

Related Posts

4 comments

Qalb Sebagai Dimensi Hati Yang selalu Berbolak-balik December 11, 2019 - 10:27 pm

[…] qalb merupakan istilah bahasa Arab. Dalam Al-Mu’jam Al-Wasith kata Qalb yang memiliki akar kata qalaba berarti membalikkan, […]

Reply
Pengertian "Bahasa" Menurut Pakar Linguistik Modern April 7, 2020 - 6:57 pm

[…] umum, bahasa dapat diartikan sebagai sistem tanda bunyi yang digunakan oleh penutur untuk berkomunikasi. Dalam […]

Reply
Inilah 6 Alasan Utama Kenapa Anda Harus Belajar Bahasa Arab July 4, 2020 - 11:59 pm

[…] bahasa Arab merupakan hal yang sangat istimewa. Dengan mempelajari bahasa Arab anda akan mendapatkan berbagai manfaat positif. Sebab bahasa Arab memiliki banyak sekali […]

Reply
Konsep Kenabian Dalam Islam (Nubuwwah dan Risalah) November 7, 2020 - 7:20 am

[…] Nabi berasal dari bahasa Arab yaitu Al-Nabi yang memiliki akar kata nun, ba, dan wau (huruf mu’tal). Menurut Ibn Faris akar […]

Reply

Leave a Comment