Home Materi Kuliah Jenis Tes Bahasa Berdasarkan Sasaran dan Tes Bahasa Khusus

Jenis Tes Bahasa Berdasarkan Sasaran dan Tes Bahasa Khusus

by Muhammad Ismail
jenis tes bahasa

Tes adalah salah satu jenis alat untuk memperoleh data numerik atau alat melakukan pengukuran yang hasilnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam evaluasi. Namun, sebelum digunakan untuk mengukur suatu objek, perlu dipastikan terlebih dulu kualitas tes tersebut. Suatu tes dipandang memiliki kualitas yang baik jika mempunyai tingkat validitas, reliabilitas, dan kepraktisan yang tinggi.

Jenis Tes Bahasa Berdasarkan Sasaran

Menurut Djiwandono (2008:114—134), tes bahasa yangberdasarkan sasarannya, yaitu kemampuan atau komponen bahan mana yang dijadikanfokus pengukuran tingkat penguasaannya. Tes bahasa dapat dikategorikan sebagaites yang sasarannya adalah kemampuan bahasa, yaitu (1) tes kemampuan menyimak,(2) tes kemampuan berbicara, (3) tes kemampuan membaca dan (4) tes kemampuanmenulis. Tes yang sasarannya komponen bahasa seperti (5) tes kemampuanmelafalkan, (6) tes kemampuan kosakata dan (7) tes kemampuan tata bahasa,karena sasaran utamanya adalah tingkat penguasaan kemampuan bahasa, dan tingkatpenguasaan melafalkan atau penguasaan tata bahasa dan sebagainya.

a. Tes Kemampuan Menyimak

Sasaran utama tes kemampuan menyimak adalah kemampuanpeserta tes untuk memahami isi wacana yang dikomunikasikan secara lisanlangsung oleh pembicara, atau sekedar rekaman. Tes kemampuan menyimak dapatdipusatkan pada kemampuan memahami fakta-fakta yang secara eksplisitdinyatakan,  termasuk urutan-urutan peristiwa atau kejadian, atau yanghanya dinyatakan secara implisit, mengenali implikasi dari isi teks, mengambilkesimpulan dan lain-lain.

b. Tes Kemampuan Berbicara

Tes kemampuan berbicara dimaksudkan untuk mengukurtingkat kemampuan mengungkapkan diri secara lisan. Tingkat kemampuan berbicaraini ditentukan oleh kemampuan untuk mengungkapkan isi pikiran sesuai dengantujuan dan konteks pembicaraan yang sedang dilakukan, bagaimana isi pikirandisusun sehingga jelas dan mudah dipahami, dan diungkapkan dengan bahasa yang dikemasdalam susunan tata bahasa yang wajar, pilihan kata-kata yang tepat, serta lafaldan intonasi sesuai dengan tujuan dan sifat kegiatan berbicara yang sedangdilakukan.

c. Tes Kemampuan Membaca

Sasaran tes kemampuan membaca adalah memahami isi teksyang dipaparkan secara tertulis. Tes membaca dapat berisi butir-butir tes yangmenanyakan pemahaman rincian teks yang secara eksplisit disebutkan, rincianteks yang isinya terdapat dalam teks meskipun dengan kata-kata dan susunanbahasa yang berbeda, menarik kesimpulan tentang isi teks, memahami nuansasastra yang terkandung dalam teks, memahami gaya dan maksud penulisan di balikyang terungkap dalam teks.

d. Tes Kemampuan Menulis

Tes kemampuan menulis diselenggarakan dengan tujuanuntuk mengukur tingkat penguasaan kemampuan mengungkapkan pikiran kepada oranglain secara tertulis. Pengukuran tingkat kemampuannya pada dasarnya mengacupada relevansi isi, keteraturan penyusunan isi dan bahasa yang digunakan.Penggunaan bahasa pada tes menulis lebih menekankan penyusunannya, karena waktuyang lebih longgar untuk memilih kata-kata dan menyusunnya dengan lebih tepatbahkan peluang untuk memperbaiki dan melengkapi apa yang kurang jelas.

e. Tes Kemampuan Melafalkan

Tes kemampuan melafalkan diselenggarakan dengan tujuanuntuk mengukur tingkat kemampuan mengucapkan kata-kata, kalimat, dan wacanapada umumnya, secara jelas dan tepat, sehingga apa yang diungkapkan mudahdimengerti. Tes melafalkan menitikberatkan pada unsur-unsur yang penting untuk membuat pelafalan itu mudah dipahami. Unsur-unsur itu meliputi kejelasandan ketepatan pelafalan, serta kelancaran dan kewajaran.

f. Tes Kemampuan Kosakata

Tes kemampuan kosakata bertujuan untuk mengukurtingkat penguasaan kemampuan tentang makna kata-kata, baik pada tatarankemampuan pemahaman yang pasif-reseptif, maupun kemampuan penggunaanaktif-produktif. Kedua sisi penguasaan kosakata ini perlu dicermati untukmenentukan jenis tes yang akan digunakan. Pada umumnya jenis tes objektif hanyadapat digunakan untuk pengukuran kemampuan pasif-reseptif, sedangkan pengukurankemampuan aktif-produktif menggunakan tes subjektif.

g. Tes Kemampuan Tata Bahasa

Sasaran tes kemampuan tata bahasa adalah kemampuanmemahami dan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar. Cakupan tata bahasameliputi susunan kalimat pada tataran sintaksis yang bagian dari wacana, yaitufrasa dan klausa serta susunan kata pada tataran morfologi, yang berkaitandengan pembentukan kata-kata dengan melalui afiksasi atau imbuhan (prefiks atauawalan, infiks atau sisipan, sufiks atau akhiran dan konfiks atau gabunganberbagai imbuhan).

Jenis Tes BahasaBerdasarkan Tes Bahasa Khusus

Menurut Djiwandono (2008:135—157), di samping tes bahasa yang telah diuraikan secara khusus sudah dikenal, terdapat pula tes bahasa khusus yang tidak mudah dan konsisten digolongkan ke dalam salah satu tes bahasa yang telah dikupas. Kedua jenis tes bahasa itu adalah dikte dan tes cloze.

a. Tes Dikte

Tes dikte menyangkut lebih dari satu jenis kemampuantau komponen bahasa dan menugaskan peserta tes untuk menulis suatu wacana yangdibacakan oleh seorang penyelenggara tes. Dalam penyelenggaraan tes dikte, seorangpeserta tes hanya dapat menuliskan apa yang didengarkan dari pemberi diktedengan benar apabila dia mampu mendengar dan memahami dengan baik wacana yangdidiktekan (kemampuan menyimak). Apabila peserta tidak mendengarkan secarautuh, ada kalanya peserta tes menggunakan kemampuan bahasa yang lainberupa  kemampuan tata bahasa dan kosakata.

b. Tes Cloze

Tes cloze bertujuan untuk mengukur tingkatpenguasaan kemampuan pragmatik, yaitu kemampuan memahami wacana atas dasarpenggunaan kemampuan linguistik dan ekstralinguistik. Pengukuran tingkatpenguasaan kemampuan pragmatik itu dilakukan dengan menugaskan peserta tesuntuk mengenali, dan untuk mengembalikan seperti aslinya, bagian-bagian suatuwacana yang telah dihilangkan.

Related Posts

Leave a Comment