Home Artikel Biografi Ian Barbour dan John F. Haught Dalam Sains dan Agama

Biografi Ian Barbour dan John F. Haught Dalam Sains dan Agama

by Muhammad Ismail
Hubungan Sains dan Agama

Berikut ini adalah biografi dan karya tulis Ian Barbour dan John F. Haught di bidang Ilmu Pengetahuan dan Agama.

Ian Barbour

Barbour lahir di Beijing Cina. Iamerupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari seorang ibu asal EpiskopalAmerika dan ayahnya dari ayah Presbyterian. Ia menghabiskan masa kecilnya diCina, Amerika Serikat, dan Inggris.

Ia menerima gelar B.Sc. (Bachelor of Science) dalam bidang fisikadari Swarthmore College, Gelar M.Sc. pada tahun 1946, dan Ph.D. dalam fisikadari University of Chicago pada tahun 1950.

Ia memperoleh B.Div. pada tahun 1956dari Yale Divinity School University. Barbour mengajar selama bertahun-tahun diUniversitas Carleton dengan menjabat sebagai profesor agama di Winifred. Selainitu, ia juga menjadi professor di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi danMasyarakat. Dia telah memegang kehormatan emeritus ada sejak 1986.

Barbour memberikan ceramah Giffordsejak 1989 – 1991 di Universitas Aberdeen. Kuliah ini membuat Barbourmenuliskan sebuah buku yaitu Religionin an Age of Science. Dia mendapatkan penghargaan Templeton padatahun 1999 atas kemajuannya dalam Agama sebagai pengakuan atas usahanya untukmenciptakan dialog antara dunia ilmu pengetahuan dan agama.

Dalam usahanya untuk menghubungkanilmu pengetahuan dan agama dalam isu Sains dan Agama, Barbour menciptakanistilah “critical realism”.Ini telah diadopsi oleh para sarjana lainnya. Dia mengklaim struktur dasar dariagama adalah sama dengan ilmu pengetahuan dalam beberapa hal, tetapi jugaberbeda pada beberapa poin penting.

Selama tahun 1970-an Barbour menyelesaikansebuah program kursus interdisipliner yang berurusan dengan isu-isu etis dalamaplikasi ilmu pengetahuan, menjelajahi konsekuensi sosial dan lingkungan dariberbagai teknologi. Dalam WhenScience Meets Religion (2000), ia menggunakan tipologiempat hal (Konflik, Independence, Dialog, Integrasi) untuk menghubungkan agamadan ilmu yang telah dikembangkan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Dalamkarya-karyanya., Barbour menulis karyanya dalam perspektif seorang Kristen.

Barbour membandingkan metode penyelidikan dalam ilmu pengetahuan dan agama, dan telah menyelidiki implikasi teologis dari teori Big Bang, fisika kuantum, biologi evolusi dan genetika. Dia juga telah memberikan kuliah secara luas pada isu-isu etika dalam bidang-bidang seperti kebijakan teknologi, energi, pertanian, komputer, dan kloning.

Forrest Clingerman mengikat Barbourdengan gerakan Naturalisme Agama melalui teologi alam. Pendekatan subyektif/obyektifuntuk agama yang menonjol dalam paradigma pun akhirnya berkembang.

Sebagai pelopor terkenal di bidangSains dan Agama, Barbour dinobatkan sebagai sarjana interdisipliner melaluibukunya yang berpengaruh yaitu  Issues In Science And Religion,buku tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 1965. Sejak saat itu ia telahmenulis banyak buku. Misalnya, bukunya yang berjudul Myths, Models And Paradigms menjadirujukan untuk orang-orang yang ingin mempelajari metodologi dan pendekatan daripara ilmuwan dan cendekiawan agama. Barbour juga menerbitkan buku Religion In An Age Of Science dan Ethics In An Age Of Technology . Dalam beberapa tahunterakhir, bukunya berjudul  Religion And Science: Historical AndContemporary Issues digunakan sebagai buku teks. Buku Barbourterbaru yaitu When Science MeetsReligion: EnemiesStrangers Or Partners?.

John F. Haught

John F.Haught adalah seorang teolog Katolik Roma dan Senior Research Fellow di PusatTheological Woodstock di Georgetown University. Wilayah keahliannya adalahteologi sistematis, dengan minat khusus pada isu-isu ilmu pengetahuan,kosmologi, ekologi, dan evolusi rekonsiliasi dan agama.

John F. Haught mendapatkan gelar Ph.D., Universitas Katolik pada tahun 1970. Ia merupakan Mantan Ketua dan Profesor di Departemen Teologi di Georgetown University (1970-2005). Haught telah menulis banyak buku, seperti Is Nature Enough? Meaning and Truth in the Age of Science (Cambridge University Press, 2006) dan God After Darwin: The Theology of Evolution (Westview Press, 2007). Ia adalah dosen internasional di bidang yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan agama.

Selainbuku, Haught juga telah menulis banyak artikel. Pada tahun 2002 dia adalahpemenang Penghargaan Garrigan Owen dalam Sains dan Agama, pada tahun 2004 Awarduntuk Keunggulan Sophia Theological, dan pada tahun 2008 “Darwin Award Friend”dari Pusat Nasional untuk Pendidikan Sains. Pada tahun 2009, sebagai pengakuanatas karyanya pada teologi dan sains, Haught dianugerahi gelar Doktor HonorisCausa oleh Universitas Louvain. Ia dan istrinya Evelyn memiliki dua putra dantinggal di Falls Church, Virgin.

Adapun karya-karyanya adalah

  • Science and Faith: A NewIntroduction (Mahwah NJ: Paulist Press, Forthcoming)
  • Making Sense of Evolution: Darwin, Godand the Drama of Life (Louisville: Westminster/John Knox Press, 2010)
  • God and the New Atheism: A CriticalResponse to Dawkins, Harris, and Hitchens (Louisville: Westminster/JohnKnox Press, 2008); diterjemahkan ke dalam bahasa Italian, Dutch and Vietnamese
  • Christianity and Science:Toward a Theology of Nature (Maryknoll: Orbis Press, 2007); diterjemahkanke bahasa Spanish (2009) dan Portuguese (2010)
  • Is Nature Enough? Meaning and Truth inthe Age of Science (Cambridge: Cambridge University Press, 2006)
  • Purpose, Evolution and the Meaning ofLife (Ontario: Pandora Press, 2004)
  • Deeper Than Darwin: The Prospect forReligion in the Age of Evolution (Boulder, Colo: Westview Press, 2003), diterjemahkanke bahasa Korean (Choice Outstanding Academic Title, 2003)
  • Responses to 101 Questions on God andEvolution (New York: Paulist Press, 2001), diterjemahkan ke dalam bahasaPolish, Portuguese and Korean
  • God After Darwin: A Theology ofEvolution (Boulder, Colo: Westview Press, 2000; Second Edition 2007), diterjemahkanke dalam bahasa Italian, Portuguese, Indonesian, Korean and Slovak
  • Science and Religion: From Conflict toConversation (New York: Paulist Press, 1995), diterjemahkan ke dalambahasa Romanian, Korean, Persian, Urdu and Indonesian
  • The Promise of Nature: Ecology andCosmic Purpose (New York: Paulist Press, 1993; 2nd ed., Eugene, Ore.:Wipf  and Stock Publishers, 2004)
  • Mystery and Promise: A Theology ofRevelation  (Collegeville: Liturgical Press, 1993; trans. intoPortuguese)
  • What Is Religion? (New York:Paulist Press, 1990)
  • The Revelation of God inHistory (Wilmington: Michael Glazier Press, 1988)
  • What Is God? (New York: PaulistPress, 1986) diterjemahkan ke dalam bahasa Spanish and Portuguese
  • The Cosmic Adventure: Science,Religion and the Quest for Purpose(New York: Paulist Press, 1984)
  • Nature and Purpose  (Lanham, Md.:University Press of America, 1980)
  • Religion and Self-Acceptance (NewYork: Paulist Press, 1976) -(winner of College Theology Society book award)
  • Science and Religion in Quest of CosmicPurpose (Washington, DC: Georgetown University Press, 2000)

Related Posts

Leave a Comment