Perkembangan Media Pembelajaran di Dunia Pendidikan

September 18, 2022
4 min read

Metode pembelajaran bahasa bahasa selalu berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu metode yang berkembang dengan cepat yaitu metode pembelajaran menggunakan media. Hal tersebut ditandai dengan munculnya berbagai metode pembelajaran seperti metode audio-visual, video-visual, dan lain sebagainya.

Media merupakan alat bantu yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar baik di dalam maupun di luar kelas. Secara etimologi, kata media berasal dari bahasa Latin yaitu Medius yang berarti “Tengah, Pengantar, atau Perantara” Arsyad Azhar, 2005:3). Menurut Irawan dan Prasasti, media adalah semua yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.

Berikut adalah beberapa penjelasan singkat mengenai sejarah perkembangan media pembelajaran:

Media Pembelajaran Audio Visual

Abad ke-16 merupakan awal mula media audio visual populer melalui sebuah berjudul Orbis Sensualium Pictus, buku ini ditulis menggunakan bahasa Latin dan ditujukan sebagai media pembelajaran bahasa Latin. Di dalam buku tersebut dijelaskan berbagai hal tentang isi dunia dalam 150 gambar (tableaus) dengan menggunakan judul dan angka yang merujuk pada kata-kata yang disampaikan dalam kalimat-kalimat pendek. (Tijen and Vojtechovsky, 1996) Dalam tiga abad terakhir, telah diterbitkan lebih dari 200 edisi dalam dua puluh enam bahasa yang menggunakan metode penyusunan bukunya berlandaskan Orbis Sensualium Pictus tersebut.

Media Pembelajaran Pada Awal Mula Komputer

Sekitar tahun 1950 hingga 1960 terdapat sebuah alat yang bernama komputer pertama kali digunakan dalam dunia pendidikan dengan metode pengajaran individual. Metode ini kemudian dikenal sebagai Computer Assisted Instruction (CAI)  atau instruksi berbantuan komputer.

Program aplikasi CAI generasi pertama menggunakan komputer mainframe, sangat mahal dan tidak memiliki manfaat dalam peningkatan pendidikan saat itu. Pengenalan awal komputer di sekolah ini menimbulkan minat pada berbagai aplikasi berbasis komputer lainnya.

Pada dasarnya penggunaan komputer yaitu untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam pemecahan masalah siswa. Hal ini sesuai dengan tujuan utama penggunaan komputer di sekolah yaitu siswa menggunakan komputer sebagai alat untuk mengajari siswa tentang pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.

Pada tahun 1990 penggunaan komputer di ruang kelas mulai berkembang dengan pesat. Dimulai dengan diperkenalkannya monitor warna dan antarmuka pengguna grafis hingga perangkat lunak berbasis konten yang lebih interaktif dan menarik.

Media Pembelajaran Berbasis Learning Management System (LMS)

Tahun 1990 hingga 2000 merupakan waktu awal munculnya model pembelajaran berbasis Learning Management System atau sistem manajemen pembelajaran berbasis komputerisasi. Sistem manajemen pembelajaran ini kemudian dikembangkan dengan basis multimedia dan jaringan internet (Coates, James, and Baldwin, 2005).

Pada awal penggunaan model pembelajaran ini terdapat berbagai konsep yang berusaha untuk memperkenalkan platform ini. Di antara nama yang bekembang yaitu Distributed learning system (DLS), Course management system (CMS), Content management system (CMS), Instructional management system (IMS), dan Learning management system (LMS). (Coll, 2015).

Salah satu keuntungan dalam menggunakan LMS yaitu guru, siswa dan administrator dapat berkomunikasi dan saling bekerjasama dalam mengembangkan pembelajaran suatu materi. Sistem pembelajaran ini dapat dikatakan telah mengakomodir semua kebutuhan proses pembelajaran dengan sistem kolaboratif (Fajrillah el al., 2020).

Teknologi Cloud Computing

Komputasi awan (cloud computing) merupakan teknologi informasi terbaru saat ini. Cloud computing memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan efisiensi, biaya, dan kenyamanan untuk dunia pendidikan. Saat ini banyak sekali institusi pendidikan yang telah bergerak ke arah komputasi awan dengan menyediakan berbagai layanan yang melibatkan komputasi awan. Banyak sekali aplikasi yang telah digunakan seperti Microsoft Live @ edu dengan produknya Office 365 dan Google Apps for Education.

Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Media pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelompok yaitu media audio, media visual, dan media audio visual.

a) Media Audio

Media audio merupakan media yang menggunakan indera pendengaran sebagai perantara dalam menyampaikan isi media atau mengandalkan suara saja dalam penggunaanya. Contoh media audio yaitu radio, rekaman suara, piringan hitam.

b) Media Visual

Media visual merupakan media yang menggunakan indera penglihatan sebagai perantara atau penyampaian isi media. Media visual ini terbagi menjadi media dua dimensi dan media tiga dimensi. Contoh media dua dimensi yaitu media grafis, infografis, flyer, dsb. Sedangkan media tiga dimensi yaitu media yang penyajian materinya tidak hanya dapat dilihat namun juga bisa disentuh secara nyata, bisa berbentuk makhluk hidup ataupun benda mati. Benda mati yang digunakan sebagai media pembelajaran dapat berupa tiruan dari benda nyata. Contoh media tiga dimensi yaitu globe, peta timbul, maket, hewan, tumbuhan, fosil, dsb.

c) Media Audio Visual

Media audio visual merupakan media yang berusaha menggabungkan antara indera pada media audio dan media visual. Media audio visual menggunakan indera penglihatan dan pendengaran sebagai perantara dalam menyampaikan isi. Contoh dari media audio visual yaitu video, film, televisi, dsb. Media audio visual juga dibagi menjadi audio visual murni dan audio visual tidak murni. Maksud dari audio visual murni yaitu audio media yang unsur gambar maupun suaranya berasal dari satu sumber seperti video dokumenter. Sedangkan audio visual tidak murni yaitu unsur gambar dan suara pada media tersebut berasal dari sumber lain. Contohnya ialah slide presentasi yang diberi rekaman suara tambahan (haryoko, 2012)

Sumber:

Andrew Fernando Pakpahan et al., Pengembangan Media Pembelajaran. (2020). (n.p.): Yayasan Kita Menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.